1(0) Feb
Walaupun tulisan ini mungkin juga bakal ada cringe2nya, wkwk, tapi biarin deh tulisan2 yang lama kuunpublish dulu.. malu aja gitu kalo dibaca2 lagi
Hari ini adalah perjumpaanku yang kesekian ribu kali (yak, harusnya itungannya segitu, 4,5 tahunan kan?) dengannya. Aku kerja orto, dia acc konser. Nggak banyak yang dibicarain sih, seperti biasa. Tapi ya, ntah kenapa kalo lagi ketemu tuh, ketemu ajaa gitu, semuanya jadi kerasa lebih baik gitu. Emg gara2 lagi bucin aja sih ya kali ki 😅
Sebenarnya udah lama ngga bicara soal asumsi. Lagian udah "capek", menenggelamkan diri ke sesuatu yang rasa-rasanya, bukannya tidak penting, tapi belum. Tapi, asumsi2 dalam benakku mulai kembali muncul. Asumsi yang positif sih. Namun.. untuk sekarang, menjadi teman baik seapaadanya aku dan Tabita saat ini, itu sudah lebih dari cukup. Biar waktu (dan petunjuk-Nya) yang menjawab
Lagipula, aku masih punya terlalu banyak hal untuk dirampungkan. Begitu pun dirinya. Nanti kalau waktunya tiba, urusan rasa ini mesti akan "rampung" dengan sendirinya
Aku pun rasanya sudah tak perlu lagi mencari pembenaran sana-sini soal terlalu banyak hal yang match antara aku dan Bita. Sudah cukup. Hampir semuanya sudah mendapat jawaban-jawaban, entah hanya berdasar asumsi atau memang sudah tepat, lagi-lagi biar menunggu waktu saja. Ini saja, jadi teman dekatnya tanpa "ngeblunder" yang bikin dia sebel, sudah cukup membuatku lebih bahagia ketimbang pusing dengan overthinking yang tidak perlu
Semoga kamu juga ya. Atau setidaknya, jika rasanya tidak sama denganku, kamu tak menjadikan ini sesuatu yang kau pusingkan. Dan, yang belum pernah juga kusampaikan padamu secara langsung: thank you for being my best friend till now, Bit :)
(Tuh kan, cringe tau ki!!! -___-
Comments
Post a Comment