Out of Context

Aku bingung, apakah yang selama ini kulakukan untuk menyikapi perasaan ini merupakan sesuatu yang salah atau tidak. Tentu selayaknya manusia biasa, aku akan mencari pembenaran-pembenaran buat setiap yang aku lakukan. Secara syariat, sepertinya jelas salah. Mungkin itu yang pada akhirnya membuat cukup banyak teguran Allah menghampiriku (ini tapi ngga ada kaitannya dengan masalah addiction "itu" yang sedang kuatasi dan alhamdulillah waay more better than before. Hari ini udah 13 hari, dan beda dari streak 29 hari yang pernah aku raih pas jaman-jaman akhir stase PM dan remedial2nya), ini rasanya teguran yang berbeda

Ya, ini lain, overthinking yang kayaknya disebabkan karena aku ngga bisa bener2 berhenti memikirkan doi

Mungkin wajar sih, baru Jumat lalu akhirnya ketemu langsung setelah terakhir ketemu tu cuma papasan pas vaksin dosis ketiga (literally). Aku pun ngga berani memulai pembicaraan apa pun kemarin. Biasa, salah tingkah duluan, haha

Well, sudah berkali-kali aku diperingatkan oleh diriku sendiri untuk berhenti dulu, jangan bangun komunikasi dulu; and that's somewhat OK kok, terlepas dari hal-hal yang sudah terlewati. Yaudah, yang udah lewat, itu gapapa, petik pelajarannya, lalu move on. Nyingkirin perasaannya harusnya bisa kok, tapi ya ngga sepenuhnya bakal hilang. Balik lagi, she did almost nothing on me (specifically concerning my feelings), so it's just better for me to stop. All those "attention" yang ada, simply just her being herself yang emang suka bantu temen, termasuk aku..

Ya, itu yang sedang coba kuyakini supaya perasaan ini bisa sirna walau sebentar. Tentu, dia tetap ada. Benihnya dah telanjur tertanam dalam, rada susah buat digali2 terus diambil. Kecuali, kalau memang ada shocking event yang terjadi, ya itu kehendak Allah, aku kudu siap terima sakitnya, haha, dah konsekuensi dari apa yang kupilih untuk "menjaga" perasaan ini ke Bit

Kalo emang kamu baca ini, I'm so sorry kalau ternyata apa yang selama ini terjadi di antara kita, ternyata memang kamu pikirkan. Maaf yak... I didn't mean to bother you, really..

Tapi kalau tidak kamu pikirkan, seperti apa yang pernah teman-teman dekatmu sampaikan kalau kamu cukup bodoamat dengan semua ini, tentu aku sangat bersyukur. Maksudku, PR-nya berarti tinggal di aku aja biar bisa ngendaliin perasaan ini dan ngga lagi kesannya "tarik-ulur" atau memberi perhatian yang nggak (atau belum) perlu untuk diberikan. Aku harus belajar untuk kembali fokus terhadap apa yang seharusnya diraih untuk saat ini, ridha Allah, lalu tentunya belajar yang benar supaya selesai koas dengan baik

Yup, emang harusnya begitu kok Ki dari awal.. but still, perasaan ini ngga sepenuhnya salah, tapi mungkin hal-hal yang aku lakukan unfuk menyikapinya aja yang.. ada salahnya

Hope you still OK as usually seen from you Bit

Comments

Popular posts from this blog

2 Agustus

4 Agustus

Mar 14