Unsent Letter #1: Selamat

Mba, selamat ya sudah melalui setengah perjalanan dalam menyelesaikan tugas akhir atau tesismu. Dengan cukup berat hati, maaf aku tak memberikan ucapan apa pun padamu, bahkan di grup kita.

Aku bersyukur di waktu-waktu dahulu aku pernah sedikit membantumu saat menyusun proposal tesismu itu. Sedihnya, kali ini ketika aku mengetahui bahwa kamu sudah sempro saja malah membuatku sedih. Menyadari bahwa aku kini bukanlah orang yang (atau mengusahakan untuk tidak) mempedulikan kamu sejujurnya membuatku merasa sakit. Tapi kupikir biarlah, ini demi kebaikan kita juga yg baru saja memulai untuk mengakhiri komunikasi overintens di antara kita kemarin-kemarin.

Aku belum siap melamarmu. Kuliahku saja belum rampung-rampung. Mungkin ini jalan yang lebih baik untuk kita berdua saat ini. Kalau Allah takdirkan kita ketemu lagi untuk menjemput ikatan pernikahan, nanti waktunya akan datang lagi (walau tetap perlu kita yg menjemputnya, terutama aku, entah bagaimana caranya dan mulai kapannya). Tapi kalau memang tidak, ya sudah.

Semoga Allah ridhai.

- surat #1, 29 April 2024, 21.39, di bus

Comments

Popular posts from this blog

2 Agustus

4 Agustus

Mar 14