Unsent Letter #2: Pikiran yang (Masih) Berisik
Mba, sulit ya untuk tidak memikirkanmu sama sekali.
Chat-mu di grup kita "sedikit membuyarkan" ketenanganku dan membuatku agak berpikir kalau kamu sedang "gabut" alias butuh teman bicara. Hal yg dulu-dulu kita lakukan setiap hari di ruang komunikasi kita sendiri. Memang sih sebelumnya kita cukup sering berisik di grup. Tapi sejak kita dekat lebih jauh, grup mulai sepi, dan komunikasi kita berlanjut setiap harinya di PC
Aku tiba-tiba sedih lagi. Kali ini ketika menyadari bahwa kamu memang sudah di titik lebih siap untuk melangkah ke jenjang yang baru dalam hidupmu, ketimbang aku. Apalagi karena kamu mungkin masih ada dalam proses menuju ke sana; aku sengaja tak bertanya apa-apa lagi dari terakhir kali kamu mengabari aku bahwa ada yang mau mengajakmu taaruf, karena aku tak mau menambah pikiranku lagi
Tapi ternyata ya tiba-tiba saja teringat lagi. Ah... sakitnya ada ya
Aku menangis lagi hari ini. Ya Allah, sedih ya rasanya :") Tapi ya sudah, "dinikmati" dulu sedihnya, nanti akan mereda lagi kalau sudah habis tenaganya
- hari terakhir April 2024, 23.42
Comments
Post a Comment